Antara Bunda - Bintang - dan Ath Thaariq
Dulu waktu bunda masih kecil, sering banget diajak jalan-jalan lepas maghrib, sama kakek buyut. Iya, sewaktu beliau masih ada, bunda deket sekali dengan kakek buyut. Kalau weekend, kakek buyut datang kerumah dato, atau bunda yang datang ke rumah kakek buyut. Trus kita jalan-jalan naik mobil kakek buyut, keliling Jakarta. Muterin jembatan Semanggi, sampai 5 kali. Abis itu mampir ke supermarket Golden Truly, cuma untuk beli vitacharm. Segitu aja kayaknya udah senenngg banget. (sometimes, I miss those things…)
Pernah one day, bunda n kakek buyut jalan-jalan (jalan kaki) abis maghrib disekitar rumah kakek buyut. Lalu bunda ngeliat ke langit banyak bintang. N (seperti abang) bunda mulai nanya ini itu. Waktu itu langitnya ceraaah sekali. Bunda masih inget banget, kakek buyut pernah bilang ke bunda, kalau suatu hari bunda sedih, ngerasa sendiri dan kesepian, cari aja bintang di langit. Nanti hatinya (insya Allah) pasti jadi “adem” lagi. Hati yang sedih itu ibarat malam yang kelam. Tapi malam kelam itu bisa jadi indah ketika banyak bintang bertaburan. Dan suatu saat, bunda pasti bisa memiliki bintang yang terang itu.
Ah, kejadian itu udah lamaaaa sekali. Tapi bunda selalu ingat dan ingat. Sampai akhirnya abang lahir, dan bunda baru mengerti, apa yang kakek buyut maksud tentang bintang yang terang itu.
Demi langit dan yang datang pada malam hari, (QS. 86:1)
tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (QS. 86:2)
(yaitu) bintang yang cahayanya menembus, (QS. 86:3)
ya..seperti cahaya cemerlang yang menembus gelapnya malam…
itu kamu, anakku…
“Hamba Allah, yang datang dimalam hari seperti bintang yang cahayanya menembus, dan dia adalah seseorang yang beruntung.”
…dan dia kuberi nama Abdullah Ath Thaariq Fauzan
To someone special, who has made all the difference in my life….
Happy birthday sayang. Merayakan ulangtahun abang bukan sesuatu yang bunda sukai, terlebih hanya karena ingin mengingat hari dimana bunda diberi anugrah yang tak ternilai harganya dari Sang Maha Pemberi.
Hanya itu, hanya itu sayang. Selebihnya adalah perasaan tak menentu dikala bunda sadar akan bertambahnya umur abang, berarti berkurang juga sisa waktu kita untuk selalu bersama. Semoga abang selalu menyayangi dan disayang Allah, dan menjadi cahaya cemerlang untuk setiap yang membutuhkannya. Amin.
Abang…bunda sayang abang


