Jungkat Jungkit
“Obat hatiiii…ada lima kertawanya….”
“Heu? Kertawa? Perkara!”
“Kerpawa?”
“Perkara. PEEER…KAAA….RAAA… Perkara.”
“Oh iya. Terkawa kan bunda?”
*gubrak*
5 menit kemudian…
“Obat hatiiii…ada lima perkaranyaa….yang pertama baca Qur’an dan maknanya.” *kedip-kedip jail*
HAHAHAHAHA….
It was my boy, Ath Thaariq…
Tadi, sepanjang perjalanan pulang dari sekolah, abang nanyi-nyanyi terus. Padahal biasanya pulang sekolah mukanya jutek, kepanasan, cape, rewel gak jelas, belom lagi bajunya dekiiiiilll banget. But not today. Waktu bunda nongol di pintu gerbang sekolah, abang langsung nyamperin bunda sambil senyum-senyum. Hal ini malah bikin bunda jadi curigesyen sama abang. Oh no…what did you do my son?
“Hello bunda.”
“Assalamu’alaikum bang.”
“Wa’alaikum salam bunda. Yuk, kita let’s go.”
—– OTW HOME —–
“Tadi belajar apa bang.”
“Tadi belajar bahasa Inggris bunda.”
“Wah asyik dong. Bisa nggak anaknya bunda nih?”
“Bisa dong bunda. Tadi waktu mau cuci tangan kan abang keluarnya pertama.”
“Oh ya? Koq bisa?”
“Iya dong. Gara-gara ditanya, bahasa Inggrisnya jungkat jungkit apaa…”
“Emangnya apa?” (beneran gak tau)
“Seesaw.”
“Heu? Sisa?”
“Seesaw. SIIIIII…..SAAAAAAWWWW.”
“Iyah iyah.” *sok tau*
Sampai dirumah, bunda langsung buka kamus…hehehe…Oh, ternyata tulisannya SEESAW…hihihi…
Oh my clever boy…


