Minum Susu Yuukk….

cuyunk | Daily Stories, Family | Friday, August 31st, 2007

Pagi semuanya…

Bunda abis pulang dari anterin abang sekolah, sama ade. Sekolahnya abang kebetulan deket sama rujo, cuma kira-kira 10 menit jalan kaki. Sekarang, karena udah naik ke kelas B, abang sekolahnya otomatis agak lebih lama. Kadang pulang jam 10.30 pagi. Kadang jam 11 pagi, atau jam 12 siang kalau kebetulan harinya abang untuk les sempoa, kaya hari ini nih. Biasanya abang pulang sekolah jam 10, langsung lanjut les sempoa di sekolah sampe jam 12, pulang ke rumah langsung ganti baju n kebirit-birit lari ke mesjid buat ikut sholat jum’at.
Pulang dari anterin abang sekolah, biasanya bunda langsung suapin ade makan pagi (karena kalau bangun tidur, ade hanya mau minum susu 250 ml), habis itu ajak ade main sebentar, jam 9nya ade udah siap-siap mau bobo lagi sambil minum susu. Kalau ade udah bobo, baru deh bunda bisa tenang ngerjain pekerjaan rumah lainnya, atau masak, atau online n ngeblog kaya’ sekarang ini ;) Rumah sepi banget soalnya, ayah sudah berangkat kerja, abang sekolah, n ade bobo.

Postingan sebelumnya, bunda ngebahas tentang toilet training ala bunda yang dulu udah sukses bunda terapkan sama abang, dan sekarang sama ade. Untuk sharing aja, karena ada beberapa teman bunda tanya gimana caranya bunda ngurusin abang n ade 24/7 tanpa campur tangan orang lain.

Sekarang bunda mau ngebahas tentang susu. Sudah beberapa bulan ini, kira-kira 4 bulanan, abang n ade minum susu cair UHT (Ultra High Temperature). Tadinya abang n ade minum susu formula. Macem-macem merk yang ditawarkan di pasaran, dari yang susu A paling baik untuk otak n kecerdasan (pasti susu merk ini yang paling banyak di kejar para orang tua), susu B yang anti alergi dan anti diare, susu C yang mencakup vitamin terlengkap - dan tentunya termahal. Wek! Pusing juga kalo dipikir-pikir.

Kira-kira akhir tahun 2006 lalu, bunda udah mulai baca artikel sana sini tentang manfaat susu. Ada susu formula (susu bubuk), susu cair (UHT), susu kental manis, susu evaporated, dan mungkin ada susu jenis lain yang bunda belom ketahui. Dari proses pembuatannya, harga, sampe merk. Semuanya bunda cari tau. Kenapa, kenapa, kenapa?

Semua pertanyaan dan rasa ingin tau bunda berawal dari tekat kuat standard ibu-ibu; YANG TERBAIK UNTUK ANAK. Sekolah yang terbaik, makanan terbaik, apalagi susu juga musti terbaik. Jauh sebelumnya (bahkan sebelum bunda menikah dan punya anak), bunda pernah punya pertanyaan yang belum terjawabkan tentang, kenapa di Indonesia lebih banyak tersebar dan terkonsumsi susu formula daripada fresh milk atau susu cair?
Dari beberapa artikel dari sekian banyak yang udah bunda baca, tentang susu, bunda jadi berkesimpulan dan memutuskan bahwa susu cairlah yang terbaik untuk abang, ade (juga buat ayah n bunda), dan bunda mulai membeli susu cair UHT untuk kita sekeluarga.
Kenapa? Pertama, karena susu formula yang berupa susu bubuk awalnya juga dari susu cair yang sudah melewati sekian macam proses sampai akhirnya jadi susu bubuk. Dari proses itu sudah tentu zat-zat penting yang asli dari susu cair menguap (contohnya, kalau kita masak sayuran terlalu lama, vitamin yang terkandung dalam sayurang akan menguap). Susu dalam bentuk bubuk adalah susu yang paling mudah ditambahkan komponen-komponen lainnya, seperti gula (hayoo….udah tau kan kenapa susu bubuk lebih manis daripada susu cair?), juga di tambahkan vitamin-vitamin lainnya yang sudah tentu juga dari bahan kimia (namanya juga vitamin injeksi). Itu juga berlaku dengan penambahan AA, DHA, Sphingomiyelin (bener gak sih spellingnya?), Omega 3, Omega 6, dll. Padahaaaalll…..susu cair yang murni sendiri itupun sudah mengandung vitamin lengkap (asli susu), mineral, juga Omega 3 dan Omega 6 yang merupakan cikal bakal terbentuknya AA dan DHA yang dengan sendirinya bisa di proses oleh tubuh kita. Subhanallah…Maha Besar Allah!
Vitamin yang sehat adalah vitamin yang dari sumber bahan alami bukan buatan yang berasal dari bahan kimia.
Lalu, kenapa bunda pilih susu UHT? Karena susu UHT hanya melewati pemanasan singkat suhu tinggi untuk membunuh mikroba yang mungkin ada ketika proses pemerahan susu. Vitamin dan mineral asli yang penting untuk tubuh Insya Allah tetap “terselamatkan”. Jadi, kita juga otomatis mengkonsumsi vitamin dan mineral beneran.

Jadi sekarang abang n ade minum susu UHT putih. Kalau lagi bosen, bunda suka tambahin madu (madu asli), dobel manfaatnya deh, manfaat susu dan manfaat madu. Sesekali, kalau ada coklat atau syrup strawbery atau melon dirumah, bunda suka tambahin satu sendok teh kedalam susunya abang n ade. Cuma untuk variasi rasa aja supaya gak bosen minum susu.

Hmm…bunda gak ada maksud mendiskreditkan susu formula (correct me if I’m wrong). Cuma sekedar bagi pengalaman, siapa tau bermanfaat. Selebihnya balik lagi kepada yang menjalankan dan memutuskan. Bunda yakin, semua orang tua mau dan tau yang terbaik untuk anak-anaknya. Yang penting sih, jangan tinggalin kebiasaan baik minum susu. Ok!

Met minum susu ya…. :) :) :)