Ilmu Ikhlas
Kata orang, ilmu yang paling susah di dunia ini adalah ilmu ikhlas. Ya, belajar ikhlas. Ikhlas. Apaan sih tuh? Asli, sampe detik ini juga bunda gak tau, apa sih makna dari ikhlas itu. Tapi bunda tau, belajar ikhlas itu sangat sangat gak mudah.
Semalem, rumah ijo didatengi tamu tak diundang. Kira-kira jam satuan malem. Lagi asoy geboynya tidur. Tiba-tiba bunda denger suara alarm. Makin sadar, ternyata bukan alarm melainkan suara klakson sepedanya abang. Bunda langsung bangunin ayah, secara bunda gak ngerti gimana cara matiin klakson sepedanya abang. Ayah langsung buru-buru keluar buat matiin klakson sepedanya abang. Tapi sepedanya malah gak ada ditempatnya. Ayah langsung nengok keluar pager, ternyata sepedanya abang tergeletak dijalanan dengan kelakson yang santer banget suaranya. Kaget banget kan. Dan beberapa orang bagian keamanan lingkungan berlarian menghampiri rumah kita. Bingung, kenapa bisa ada sepeda dalam keadaan terkunci, ada didepan pagar dengan klakson yang berbunyi. Setelah agak tenang, baru deh kita bisa menyimpulkan kalau orang yang mau mengambil sepedanya abang sudah berhasil mengeluarkan sepedanya keluar pagar, tetapi mungkin tangannya gak sengaja memencet tombol klakson sepeda yang suaranya lumayan bikin kuping trauma…hehehe..jadi, mungkin karena kaget dan panik karena gak bisa matiin klakson sepedanya abang (mungkin juga klaksonnya dikira alarm sepeda
)
Ya sudah, akhirnya kita masuk lagi kedalam rumah, sambil melihat apakah ada barang-barang yang ditaruh didekat parkir sepeda ada yang hilang. Yap, ada. Sepatu kets biru kesayangannya bunda
Kalo suka berjodoh dengan duka, sudah pasti duka berjodoh dengan suka. Yang pasti, banyak banget hikmah yang bunda dapetin. Hikmahnya ya itu tadi, masih untung sepatu kesayangan bunda yang diambil, bukan kita sekeluarga yang disakiti. Masih untung, karena ternyata yang berhasil diambil, (hanya) sepatunya bunda, bukan sepedanya abang, atau mungkin motornya ayah. Insya Allah sepeda itu masih rezekinya abang, yah ‘nak, juga motornya ayah. Insya Allah. Hikmah yang lain adalah, ini teguran kecil dari Allah,karena sayang sekali sama bunda. Sudah pasti bunda kurang sekali bersedekah, apalagi dibulan suci ini. Sedekah apa saja, dalam keadaan lapang maupun sempit, walaupun hanya dengan senyum. Hikmah selanjutnya, bunda ditambah lagi kekuatannya untuk belajar ilmu ikhlas. Walau hanya sepasang sepatu, yang mungkin sepele untuk orang lain, tapi bunda bangga sekali karena dibeli dari hasil keringat bunda jualan kue. Mudah-mudahan orang yang mengambil itu, dilapangkan rezekinya dan sepatu yang diambil bisa mendatangkan manfaat untuknya.
Kalo kata tante Esti bilang, “Kali aja, malingnya punya bini konyol kaya’ lo, yang masih aja demen pake sepatu kets. ”
Hmmm..iya sih…kali aja ya. Toss dulu dong kalo gitu…hehehe…but please, don’t come back
Oh iya, alhamdulillah, insya Allah hari ini adalah hari ke sembilan, abang puasa sampai maghrib lho
doain abang biar terus puasa sampai lebaran nanti yaa…
note: buat semua temen-temen…ati-ati ya dimanapun kalian berada, apalagi ini menjelang hari raya…banyak-banyak berdoa, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin.
![]()


